Thursday, July 7, 2011

Kesan Natural pada Taman Rumah

Taman dapat menjadi sebuah miniatur alam di dalam sebuah kota yang padat. Walaupun kadang kehadiran hanya dianggap sebagai pelengkap sebuah bangunan, kadang kala kehadiran taman menjadi pusat perhatian dan penyegar ditengah-tengah dominasi beton dan kaca.

Kehadiran hijaunya tanaman menjadi simbol sebuah kesan natural jika diletakkan baik di dalam ataupun luar ruangan. Baik jumlahnya hanya sebuah tanaman dalam pot (berupa bonsai), ataupun sekumpulan tanaman yang menjadi sebuah taman. Lalu bagaimana agar kesan natural itu semakin terasa?

Di alam bebas, berbagai jenis tanaman hidup bebas bersama seakan-akan alam yang mengaturnya. Tidak adanya campur tangan manusia, berbagai jenis tanaman tersebut menjadi satu kesatuan yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, jika dengan mencontoh disain alam tersebut dan memberikan sedikit sentuhan seni dan kejelian seorang perencana taman, oase alam kecil tersebut dapat dipindahkan ke dalam sebuah taman di lingkungan rumah.

Disain fasade rumah juga perlu diperhatikan. Sebenarnya, masalah utama bukan terletak pada disain fasade bangunan yang ada, tetapi pada ide kreatif seorang perencana taman untuk dapat menyatukan antara disain arsitektur rumah dengan ruang luar bangunannya. Tetapi akan sangat mendukung bila disain fasade bangunan juga mempunyai tema senada dengan tema taman yang akan dibuat. Contohnya fasade bangunan yang mempunyai dinding yang mengekspos susunan batu bata tanpa dilapisi semen, akan terlihat menyatu dengan taman bergaya natural.

Faktor lainnya yang perlu diperhatikan adalah faktor iklim lingkungan sekitarnya dan kondisi tanah. Kedua faktor ini yang akan menentukan jenis tanaman apa saja yang dapat digunakan. Selain dapat tumbuh dengan baik, kesesuaian jenis tanaman yang digunakan dapat memudahkan kegiatan perawatan yang akan dilakukan nanti.

Variasi Komposisi Tanaman

Bentuk tanaman satu dengan yang lainnya sangat berbeda, Perbedaan dapat dilihat dari ukuran tanaman keseluruhan (jenis pohon, semak atau rumput), bentuk daun (bulat besar, kecil atau memannjang), hingga warna pada daun maupun bagian tanaman lainnya (batang dan bunga). Seorang perencana taman yang baik dapat melihat potensi tersebut untuk mengaturnya menjadi sebuah taman yang diinginkannya.

Pohon yang dikombinasikan dengan semak merupakan contoh sederhana yang dapat dilakukan. Tetapi semak yang ada jangan dilakukan pemangkasan pembentukan tanaman seperti topiary karena akan terkesan menjadi kaku. Jika terpaksa melakukan pemangkasan, lakukan hanya untuk membuat kesan lebih bersih.

Pesona bentuk batang juga dapat diekspos untuk menonjolkan kesan natural. Contohnya saja pada tanaman Bambu Kuning yang akan memberikan kesan sejuk dari warna batangnya yang dipercantik dengan daun di tiap ruas batang. Percabangan tanaman Kamboja (Plumeria alba) akan semakin terlihat eksotis pada malam hari jika diberi penyinaran lampu dari bawah. Atau pun pada bentuk batang pada tanaman palem yang tegak lurus dan kokoh.

Selain itu, elemen yang penting diperhatikan adalah kombinasi warna natural yang digunakan, yaitu warna pada daun, batang, bunga hingga elemen taman lainnya. Dominasi warna hijau dan coklat dapat menonjolkan kesan natural. Dengan sedikit aksen dari warna merah dan kuning, yang didapat dari kehadiran bunga, akan memberikan kesan kontras tetapi tetap harmonis. Selain itu, dapat pula ditambah dengan aksen warna abu-abu tua untuk elemen alami lain seperti batu-batuan alam.

Untuk penempatan posisi tanaman pun ditata bercampur antara satu tanaman dengan tanaman yang lainnya. Menciptakan sebuah semak yang tidak sama tinggi dari jenis tanaman yang berbeda, serta tidak sama dalam warna pun dapat dilakukan, bercampur dengan jenis tanaman yang agak tinggi seperti jenis pohon atau palem.

Furniture Taman

Dalam penggunaan furniture taman, elemen kayu dan batu alam juga dapat memperkuat kesan alami asal pengaturannya tidak kaku dan menyatu dengan pengaturan tanamannya. Dengan menghindari pengaturan simetris, kesan natural semakin mudah didapat. Elemen kayu yang dapat digunakan dapat berupa tempat duduk ataupun jembatan hias agar terkesan lebih asri.

Jembatan dapat digunakan untuk badan air yang ada pada taman ataupun hanya sekedar hiasan dengan susunan bebatuan alam di bawahnya. Fungsi area ini juga dapat sebagai cekungan untuk menampung air hujan agar dapat terserap oleh tanah pada musim hujan. Jika berada pada musim kemarau, area ini dapat digunakan sebagai taman bebatuan.

Mudah dalam Perawatan

Kegiatan perawatan pada taman dengan tema natural sama saja dengan perawatan taman pada umumnya. Penyiangan daun yang gugur juga dapat dilakukan hanya jika kondisi sudah sangat kotor, karena pada tingkat tertentu keberadaan daun gugur tersebut dapat memperkuat kesan naturalnya. Jika ada tanaman yang mati atau sakit, segeralah diganti agar tidak merusak pandangan atau tanaman disekitarnya.

Pemupukan pun dapat dilakukan secara berkala dengan memberikan jenis pupuk yang lambat urai. Sesekali dapat digunakan jenis pupuk cair yang disiramkan dengan dicampur oleh pestisida untuk kegiatan pencegahan serangan hama dan penyakit pada tanaman.

Kondisi dominan semak tersebut juga harus diperhatikan agar jangan terlalu padat untuk menghindari keberadaan nyamuk dan hewan lainnya. Jika sudah terlalu padat, lakukan pemangkasan ringan pada dahan atau menjarangkan tanaman dengan memisahkan anakan yang ada.

Inti dari kegiatan perawatan yang dilakukan adalah untuk tetap menjaga taman selalu asri dan bersih. Selamat berkebun.


Catatan: Artikel ini untuk ASRI tahun 2009

No comments: